Ohayou…
Setelah kemarin udah post kumpulan kalimat atau kata kata bijak. Kita update lagi ya kawan. Yup langsung aja…
Anshin shite, kitto umaku ikimasu, 安心して、きっとうまくいきます。 ‘Tenang, pasti baik2 saja’”
Subete ga junchō ni narimasu yō ni. 全てが順調になりますように。 ‘Semoga semuanya berjalan lancar’”
Shippai shite mo shippai shite mo jōnetsu o ushinawanai de. 失敗しても情熱を失わないで。 ‘Berkali2 gagal pun, jangan hilang semangat.’”
Shippai wa seikō no moto 失敗は成功の元。 ‘Kegagalan adalah pangkal keberhasilan.’
Atarashii keitai denwa ga hoshii. 新しい携帯電話が欲しい。 ‘Pingin HP baru’”
Tabako no nioi ga iya da. たばこの匂いが嫌だ。 ‘Gak suka bau rokok’”
Jiyū ni naritai. 自由になりたい。”I wanna be free.”"
Komatta toki no yūjin koso shin no yūjin 困ったときの友人こそ真の友人。 ‘Teman yg ada saat kita susah itulah teman sejati.
Akidaru wa oto ga takai. 空き樽は音が高い。 ‘Tong kosong nyaring bunyinya’
Itsunomanika toki wa nagare いつの間にか時は流れ~ ‘Waktu mengalir tanpa disadari’”
Monogoto o mita me de handan suru na. 物事を見た目で判断するな。 ‘Jangan menilai sesuatu dari luarnya saja’”
Jibun no nōryoku o shinjite ikimashō. 自分の能力を信じて生きましょう。 ‘Jalani hidup dengan percaya pd kemampuan sendiri’”
Kyō dekiru koto wa ashita ni nobasu na. 今日できることは明日に伸ばすな。’Jangan tundalo sampai
besok hal yg bisa kamu kerjakan hari ini.”
Toki wa nagare, hito mo kawaru. 時は流れ、人も変わる。 ‘Waktu mengalir, orang pun berubah
Donna ni tsurakutemo, kesshite akiramenai. どんなに辛くても決して諦めない。 ‘Bagaimanapun beratnya, aku tidak akan menyerah’
Manabu noni ososugiru koto wa nai. 学ぶのに遅すぎることはない。 ‘Tidak ada kata terlambat untuk belajar
Dekiru dake chikara o tsukushimasu. できるだけ力を尽くします。’Saya akan mengerahkan seluruh tenaga
Kongetsu mo yoi ikkagetsu ni narimasu you ni. 今月も良い一ヵ月になりますように。 ‘Semoga bulan ini pun menjadi bulan yang baik’
Silahkan copas… Bisa buat update statua Facebook Twitter Bbm atau lainnya.
Sabtu, 16 November 2013
Kebiasaan panggilan orang di jepang
おはようございます
こんにちは!
こんばんは(^^)
“Cara memanggil orang memakai bahasa jepang”
Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas. Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang.
1. SANさん。
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan SAN pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. MIRA-san = saudara MIRA, YAMADA-san = tuan YAMADA dsb.
2. SAMAさま。
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada SAN. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan dan orang-orang yang sangat dihormati. OOSAMA = raja, KAMISAMA = Tuhan, SUHARTO-sama = Bapak Suharto dsb.
3. KUNくん。
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, KUN biasa digunakan dibelakang NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + KUN tapi dikit banget). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun. Jangan sembarangan pakai KUN ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.
4. CHANちゃん。
CHAN biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar kan, SHIN-CHAN, MARUKO-CHAN dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake CHAN. Kalo namanya TETSUYA bisa disingkat jadi TET-CHAN artinya kira-kira TETSU sayang, gitu hehehehe ^_^
Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:
1. SHACHOU社長。
Artinya direktur perusahaan.
2. BUCHOU部茶う。
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan MYOUJI-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.
3. SENSEI先生。
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan SENSEI saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya YOHAN SENSEI ya ^_^”) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.
4. SENPAI先輩。
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua+_+). Sama seperti SENSEI kata SENPAI bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.
Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + SAN, contohnya:
1. TAIKO-SANたいこーさん。
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.
2. SHACHOU-SANしゃこうーさん。
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.
3. OMAWARI-SANおまわりーさん。
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli ya^^).
4. KONPYUUTAA-SANこんぴゅうたああーさん。
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb
こんにちは!
こんばんは(^^)
“Cara memanggil orang memakai bahasa jepang”
Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas. Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang.
1. SANさん。
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan SAN pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. MIRA-san = saudara MIRA, YAMADA-san = tuan YAMADA dsb.
2. SAMAさま。
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada SAN. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan dan orang-orang yang sangat dihormati. OOSAMA = raja, KAMISAMA = Tuhan, SUHARTO-sama = Bapak Suharto dsb.
3. KUNくん。
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, KUN biasa digunakan dibelakang NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + KUN tapi dikit banget). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun. Jangan sembarangan pakai KUN ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.
4. CHANちゃん。
CHAN biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar kan, SHIN-CHAN, MARUKO-CHAN dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake CHAN. Kalo namanya TETSUYA bisa disingkat jadi TET-CHAN artinya kira-kira TETSU sayang, gitu hehehehe ^_^
Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:
1. SHACHOU社長。
Artinya direktur perusahaan.
2. BUCHOU部茶う。
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan MYOUJI-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.
3. SENSEI先生。
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan SENSEI saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya YOHAN SENSEI ya ^_^”) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.
4. SENPAI先輩。
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua+_+). Sama seperti SENSEI kata SENPAI bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.
Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + SAN, contohnya:
1. TAIKO-SANたいこーさん。
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.
2. SHACHOU-SANしゃこうーさん。
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.
3. OMAWARI-SANおまわりーさん。
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli ya^^).
4. KONPYUUTAA-SANこんぴゅうたああーさん。
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb
Kata Sifat (Keiyoushi)「 けいようし 」
KATA SIFAT (KEIYOUSHI) Dalam
Bahasa Jepang kata sifat dibagi menjadi 2 golongan.Yaitu Kata sifat I dan Kata
sifat II
1 . Kata sifat I ( i keiyoushi ) 「い けいようし」
Ciri – cirinya adalah berakhiran i
Contoh :
1. Akai 「あかい」 Merah
2. Shiroi 「しろい」 Putih3
3. Tsuyoi「つよい」Kuat
4. Yowai 「よわい」 Lemah
5. Kuroi 「くろい」 Hitam
6. Aoi 「あおい」 Biru
7. Atsui「あつい」Panas
8. Samui「さむい」Dingin (cuaca)
9. Atatakai 「あたたかい」Hangat (cuaca)
10. Takai「たかい」Mahal
11. Yasui「やすい」Murah
12. Atarashii「あたらしい」Baru
13. Furui「ふるい」 Lama
14. Nagai「ながい」 Panjang
15. Mijikai「みじかい」 Pendek
16. Omoshiroi「おもしろい」Menarik
17. Kawai「かわい」 Lucu
18. Hiroi「ひろい」 Luas
19. Semai「せまい」 Sempit
20. Yasashii「やさしい」 Mudah
21. Muzukashii「むずかしい」Sulit
22. Warui「わるい」 Jelek
Bentuk perubahan kata bantu kata sifat I.
Bentuk Positif
….. desu Bentuk positif sekarang / akan datang (*Bentuk kata sifatnya tetap / utuh / tidah berubah)
Contoh : kyou wa atsui desu 「きょう は あつい です」( hari ini panas )
……. katta desu Bentuk positif lampau(*Bentuk kata sifatnya dihilangkan i nya)
Contoh : kinou wa atsukatta
desu 「きのう は あつかった です」
( kemarin panas )
b. Bentuk Negatif
…… kunai desu Bentuk negative sekarang / akan datang(*Bentuk kata sifatnya dihilangkan i nya)
Contoh : kyou wa atsukunai
desu 「きょう は あつくない です」
( hari ini tidak panas )
…… kunakatta desu Bentuk negative lampau(*Bentuk kata sifatnya dihilangkan i nya)
Contoh : kinou wa atsukunai
desu 「きのう は あつくなかった です」
( kemarin tidak panas )
c. Bentuk Introgative ( Tanya )
…… desuka Bentuk introgative sekarang / akan datang(*Bentuk kata sifatnya tetap / utuh / tidah berubah)
Contoh : kyou wa atsui
desuka 「きょう は あつい ですか」
( apakah hari ini panas ?)
Kata sifat I yang didahukui kata benda / sebagai keterangan kata benda
( kata sifat I + kata benda )Contoh :Shiroi kutsu 「しろい くつ」( sepatu putih )
Shiroi kutsu dewa arimasen「しろい くつ ではありません」(bukan sepatu putih)
Kore wa shiroi kutsu desu 「これ は しろいくつ です」( ini adalah sepatu baru)
2 . Kata sifat II ( na keiyoushi ) 「な けいようし」
Ciri – cirinya adalah berakhiran na
Contoh :
1. Kirei na 「きれいな」Cantik
2. Hansamu na「ハンサムな」Tampan
3. Shinsetsu na「しんせつな」Ramah
4. Shizuka na「しずかな」 Diam
5. Genki na「げんきな」Sehat
6. Byouki na「びょうきな」Sakit
7. Jouzu na「じょうずな」Pintar
8. Heta na「へたな」Kurang Pandai
9. Shitsurei na「しつれいな」Tidak sopan
10. Zankoku na 「ざんこくな」Kejam
11. Yumei na「ゆめいな」Terkena
12. Suki na「すきな」 Suka
13. Kinben na「きんべん」Rajin
14. Nigiyaka na「にぎやかな」Ramai
15. Binbou na「びんぼうな」 Miskin
16. Kirai na「きらいな」 Benci
17. Rippa na「りっぱな」 Megah
18. Benri na「べんりな」Praktis
19. Abunai na「あぶないな」 Berbahaya
20. Joubu na「じょうぶな」 Kuat
21. Fusei na「ふせいな」 Curang
22. Itazura na「いたずらな」 Nakal
Bentuk perubahan kata bantu kata sifat II
Bentuk Positif….. desu Bentuk positif sekarang / akan datang (*akhiran na dihilangkan)
Contoh : kare wa hansamu
desu 「かれ は ハンサム です」
( dia laki-laki tampan )
b. Bentuk Negatif
…… dewa arimasen Bentuk negative sekarang / akan datang(*akhiran na dihilangkan)
Contoh : kare wa hansamu
dewa arimasen 「かれ は ハンサム ではありません」
( dia laki-laki tidak
tampan)
c. Bentuk Introgatve ( Tanya )
…… desuka Bentuk introgatve sekarang / akan datang(*akhiran na dihilangkan)
Contoh : kare wa hansamu
desuka 「かれ は ハンサム ですか」
( apakah dia laki-laki
tampan )
Kata sifat II yang didahukui kata benda / sebagai keterangan kata benda
( kata sifat II na + kata benda )
Contoh : Kirei na onna 「きれい な おんな」( wanita yang cantik )
Kirei na onna dewa arimasen「きれい な おんな ではありません」 ( wanita yang tidak cantik )
Bandar lampung wa nigiyaka na machi desu 「バンダルrンプン は にぎやか な まち です」 (Bandar Lampung adalah kota yang ramai)
Kata keterangan :
Taihen : Sangat…..
Totemo : …. Sekali
Chotto : Agak / sedikit…..
Amari : Tidak begitu ……. (
diikuti pola kalimat negative)
Tabun : Mungkin ……
Sekian Pelajaran tambahan kata sifat kali ini.... semoga bermafaat.
Orang jepang tertawa pada jejaring sosial
. Di Internet, misalnya di forum dan saat chatting, singkatan tersebut sering
dipakai sebagai simbol bahwa seseorang tertawa.
Nah, orang Jepang
ternyata punya versinya sendiri! LOL versi Jepang adalah “w”. Ya, satu huruf
“w”, seperti contoh berikut yang diambil dari sebuah channel IRC (nama
disamarkan):
A: 管理者かな~
B: Nggak lah LOL 
管理者 (kanrisha): administrator
かな (kana) digunakan saat seseorang berpikir apakah sesuatu benar atau tidak. “Bener nggak ya?”, “Bisa nggak ya?”, “Apa betul?”, dsb. ねぇ (nee) di sini adalah bahasa gaul dan maksudnya じゃない (janai, tidak). (ciri bahasa gaul adalah mengkorupsi kata-kata sebenarnya)
管理者 (kanrisha): administrator
かな (kana) digunakan saat seseorang berpikir apakah sesuatu benar atau tidak. “Bener nggak ya?”, “Bisa nggak ya?”, “Apa betul?”, dsb. ねぇ (nee) di sini adalah bahasa gaul dan maksudnya じゃない (janai, tidak). (ciri bahasa gaul adalah mengkorupsi kata-kata sebenarnya)
Kembali ke topik. Kenapa “w”?
Ini karena di bahasa Jepang “tertawa” adalah 笑う (わらう, warau). “w” adalah singkatannya. Kalau kamu tidak mau menghafalkan kata “warau”, anggap saja “w” sebagai singkatan dari “wahahahahaha” .
Tentu saja w bisa ditulis berulang-ulang seperti berikut (lagi-lagi dari IRC):
初心者向けなのにひでぇwww
shoshinsha muke na no ni hidee www
Walaupun buat pemula, tapi kejeeem LOLOLOL
初心者 (shoshinsha): pemula
向け (muke): ditujukan untuk …
酷い (hidoi): kejam
ひでぇ (hidee) adalah versi gaul dari ひどい (hidoi). なのに (na no ni) artinya “walaupun”.
Sebagai bonus, ini ada sebuah nemonik untuk 笑う (warau). Bayangkan saja orang yang memiliki WAjah RAUtan. Karena lucu, jadinya orang-orang KETAWA…
Selamat mencoba menggunakan “w”!
Ini karena di bahasa Jepang “tertawa” adalah 笑う (わらう, warau). “w” adalah singkatannya. Kalau kamu tidak mau menghafalkan kata “warau”, anggap saja “w” sebagai singkatan dari “wahahahahaha” .
Tentu saja w bisa ditulis berulang-ulang seperti berikut (lagi-lagi dari IRC):
初心者向けなのにひでぇwww
shoshinsha muke na no ni hidee www
Walaupun buat pemula, tapi kejeeem LOLOLOL
初心者 (shoshinsha): pemula
向け (muke): ditujukan untuk …
酷い (hidoi): kejam
ひでぇ (hidee) adalah versi gaul dari ひどい (hidoi). なのに (na no ni) artinya “walaupun”.
Sebagai bonus, ini ada sebuah nemonik untuk 笑う (warau). Bayangkan saja orang yang memiliki WAjah RAUtan. Karena lucu, jadinya orang-orang KETAWA…
Selamat mencoba menggunakan “w”!
Karakteristik bahasa jepang
pada
bagian ini berisi mengenai karakteristik atau ciri-ciri umum bahasa
jepang. pemahaman mengenai hal tersebut sangat di perlukan bagi anda
yang baru pertama kalo belajar Bahasa Jepang. berikut adalah
karakteristik umum bahasa JepangHURUF JEPANG
Ciri-ciri paling mencolok dari bahasa jepang adalah tulisannya. Bagi kebanyakan pembelajar bahasa jepang, huruf jepang merupakan bagia yg paling sulit dan membutuhkan waktu yg cukup lama. namun demikian, sangat perlu dan menarik untuk di pelajari.
bahasa jepang mempunyai konsep tulisan yang berbeda dengan bahasa lainnya di dunia. terdapat 3 tulisan yang di gunakan oleh jepang , yaitu , Hiragana, Katakana, dan Kanji (ketiga tulisan tersebut bisa saja muncul dalam 1 kalimat sederhana). Setiap huruf hiragana dan katakana mewakili bunyi dari setiap huruf tersebut, sedangkan huruf kanji mewakili baik bunyi maupun arti.
Namun selain ke-3 tulisan tersebut diatas,Jepang juga kadang-kadang menggunakan huruf romaji, yaitu huruf latin yang biasa kita gunakan. Huruf romaji digunakan untuk mempermudah orang asing dalam membaca huruf .
LAFAL/UCAPAN BAHASA JEPANG
Bunyi atau lafal Bahasa Jepang sangat mudah diucapkan. Bahasa Jepang mempunyai 5Huruf vocal yaitu A,I,U,E,O. Huruf-huruf vocal tersebut diucapkan dengan jelas, sama pengucapannya seperti dalam bahasa indonesia. jepang tidak mempunyai huruf konsonan yang dapat berdiri sendiri (pengecualian huruf "n"). Setiap huruf jepang (selain huruf vocal yang dapat berdiri sendiri) merupakan gabungan dari huruf konsonan-vocal , seperti ka,ki,ku,ke,ko dll.
- Huruf "U" di pelakang kalimat tidak perlu di lafalkan
- Huruf"N" mempunyai beberapa pengucapan, yaitu "n", "ng" dan "m"
Contoh :
"konnichi wa" dibaca "konnichi wa"
"sumimasen" dibaca "sumimaseng"
"konban wa" dibaca "kombang wa"
- Hati-hati dengan bunyi panjang !!! Bunyi panjang dalam bahasa jepang dapat merubah arti
Contoh :
Ojisan (paman) >>>>Ojiisan (kakek)
Obasan (bibi)>>>>Obaasan (nenek)
SUSUNAN KALIMAT
Susunan kalimat dalam bahasa jepang berbeda dengan bahasa indonesia maupun bahasa inggris. kalau di indonesia atas inggris kita mengikuti pola SUBJEK-PREDIKAT-OBJEK, maka Bahasa Jepang mengikuti Pola SUBJEK-OBJEK-PREDIKAT perhatikan contoh di bawah ini
SUSUNAN KALIMAT BAHASA INGGRIS
| SUBJEK | PREDIKAT | OBJEK |
| I | LEARN | JAPANESE |
| SAYA | BELAJAR | Bahasa Jepang |
| SUBJEK | OBJEK | PREDIKAT |
| Watashi wa | nihongo o | benkyoo shimasu |
| Saya | Bahasa Jepang | belajar |
agak rumit memang apabila kita memperhatikan contoh diatas, namun jangan khawatir, semuanya hanya masalah waktu, anda akan terbiasa dengan pola kalimat seperti itu. Bahasa jepang tidak sesulit yang anda bayangkan!!!
PARTIKEL
Partikel atau kata bantu merupakan bagian yang sangat penting dalam pembentukan kalimat bahasa jepang.Fungsi dari partikel adalah sebagai konektor atau penghubung kata satu dengan lainnya.
Banyak dari partikel yang tidak ada padananya dalam Bahasa Indonesia, sehingga agak sedikit merepotkan orang yang baru belajar bahasa jepang. Contoh partikel bahasa Jepang yaitu partikel "Wa" dan "O".
partikel "wa" tidak mempunyai arti, namun sebagai penanda subjek. Maksudnya adalah kata sebelum partikel wa adalah subjek dari kalimat tsb.
CONTOH :
| Subjek | Partikel | Predikat | Copula |
| Watashi | wa | Bushido | desu |
| saya | (tidak ada arti) | Bushido | (tidak ada arti) |
Note : Desu pada kalimat diatas digunakan sebagai penanda berakhirnya satu kalimat dan menunjukan kalimat yang sopan atau santun.
Sedangkan partikel o merupakan partikel penanda objek. Maksudnya adalah kata sebelum partikel "o" merupakan objek dari kata kerja.
TATA BAHASA SECARA UMUM
- Verb atau kata kerja selalu diletakkan di belakang kalimat
- Bahasa jepang hanya mempunyai 2 tenses, yaitu bentuk sekarang dan bentuk lampau
- kata Benda dan kata kerja tidak terpengaruh oleh gender dan jumlah
- Subjek dalam bahasa Jepang sering kali dihilangkan apabila konteks kalimatnya sudah jelas
- setiap kata kerja dalam bahasa jepang mengalami perubahan dan setiap perubahan tersebut akan menyebabkan perubahan baik artinya maupun tentesnya.
Nan Sai, Berapa Umurmu? Bahasa Jepang
Ok, pelajaran Bahasa Jepang kali ini adalah "Berapa umurmu?"
Nan sai artinya Berapa umurmu?
Untuk menjawabnya, kamu harus ingat pelajaran tentang angka. Kemudian tambahkan akhiran sai untuk menyatakan umur.
Kosakata Bahasa Jepang
1. Issai
2. Ni sai
3. San sai
4. Yon sai
5. Go sai
6. Roku sai
7. Nana sai
8. Hassai
9. Kyu sai
10. Juu sai
11. Juu Issai
12. Juu Ni sai
13. Juu San sai
14. Juu Yon sai
15. Juu Go sai
16. Juu Roku sai
17. Juu Nana sai
18. Juu Hassai
19. Juu Kyu sai
20. Hatachi
21. Nijuu Issai
dst
Percakapan Bahasa Jepang
A : Hajimemashite, watashi wa Nisa desu = Perkenalkan, saya Nisa
Douzo yoroshiku onegaishimasu = Senang berkenalan dengan kamu
B : Hajimemashite, watashi wa Rani desu = Perkenalkan, saya Rani
A : Nan sai desu ka? =Berapa umurmu?
B : Hatachi desu = Dua puluh
Anata wa nan sai desu ka? = Umur kamu berapa?
A : Nijuu san sai desu = Dua puluh tiga
Perhatikan yang berwarna ungu, itu adalah pengecualian yang harus diingat.
Untuk teman sebaya kalimat tanya bisa disingkat hanya dengan mengatakan:
Nan sai? = Berapa umurmu
Nan sai? = Berapa umurmu
Jika menanyakan usia pada seseorang yang lebih tua atau dihormati gunakan kalimat ini:
Oikutsu desu ka? = Berapa umur Anda
Suka dan Benci Bahasa Jepang
Rumus:
Nani nani wa nani nani ga suki desu (suka)
Subjek wa K.benda ga suki desu
Kosa kata:
Eiga = film
Supootsu = olahraga
Ryouri = masakan
Rei = contoh
Watashi wa eiga ga suki desu = Saya suka film
Watashi wa eiga ga suki ja arimasen = Saya
tidak suka film
Anata wa donna supootsu ga suki desu ka = Kamu
suka olahraga yang bagaimana?
Watashi wa basuketto ga suki desu = Saya suka
basket
Anata wa donna ryouri ga suki desu ka = Kamu
suka masakan yang bagaimana?
Watashi wa oishii ryouri ga suki desu = Saya
suka masakan enak
Rumus:
Nani nani wa nani nani ga kirai desu (benci)
Subjek wa K.benda ga kirai desu
Rei :
Watashi wa supootsu ga kirai desu = saya
benci olahraga
Kosa kata:
Oyogu = berenang
Kasuu = matematika
Totemo = sangat
Amari = tidak begitu
Zenzen = sama sekali
Rei :
Watashi wa pan ga totemo suki desu = Saya
sangat suka roti
Watashi wa pan ga amari suki ja arimasen = saya
tidak begitu suka roti
Rumus:
Nani nani wa nani nani ga jouzu/heta desu (pintar/bodoh)
Subjek wa K.benda ga jouzu/heta desu
Rei :
Watashi wa e ga jouzu desu = Saya pandai
menggambar
Watashi wa e ga jouzu ja arimasen = Saya
tidak pandai menggambar
Anata wa e ga jouzu desu ka = Apakah kamu
pandai menggambar?
Hai, jouzu desu = Ya, pandai
Rumus:
Nani nani wa nani nani ga wakarimasu (mengerti)
Subjek wa K.benda ga wakarimasu
Rei :
Watashi wa eigo ga wakarimasu = saya mengerti
bahasa Inggris
Watashi wa eigo ga yoku wakarimasu = Saya
mengerti bahasa Inggris dengan baik
Watashi wa eigo ga sukoshi wakarimasu =Saya sedikit mengerti
bahasa Inggris
Watashi wa eigo ga amari wakarimasen = Saya tidak
begitu mengerti bahasa Inggris
Watashi wa eigo ga zenzen wakarmasen = Saya sama
sekali tidak mengerti bahasa Inggris
Sukoshi dan zenzen bisa juga dipakai untuk menerangkan kata sifat.
Rei :
Kyou wa sukoshi samui desu = hari ini sedikit
dingin
Ano eiga wa zenzen omoshiro kunai desu = film
itu sama sekali tidak menarik
Rumus bentuk negatif kata sifat:
Kata sifat i = omoshiroi -->
omoshiro + kunai desu
Kata
sifat na = nikiyaka
--> nikiyaka + ja arimasen
Kata sifat [i]
Ookii = besar
Chiisai = kecil
Atarashii = baru
Furui = lama, kuno
Warui = tidak baik
Atsui = panas
Samui = dingin (cuaca)
Tsumetai = dingin (benda)
Muzukashi = sukar, sulit, susah
Yasashii = mudah, gampang
Takai = mahal, tinggi
Omoshiroi = menarik, menyenangkan, lucu
Oishii = enak, lezat
Isogashii = sibuk
Tanoshii = menyenangkan
Ii (yoi) = baik, bagus
Yasui = murah
Rumus:
Nani nani wa nani nani ga arimasu (ada)
Subjek wa K.benda ga arimasu
Rei :
Watashi wa kamera ga arimasu = Saya ada
(mempunyai) kamera
Watashi wa kamera ga arimasen = Saya tidak
ada kamera
Watashi wa okane ga zenzen arimasen = Saya
sama sekali tidak ada kamera
Rumus:
Nani nani kara (karena)
Rei :
Doushite Yamada Ryousuke ga suki desu ka = Kenapa kamu
suka Yamada Ryousuke?
..... totemo kawai desu kara = ..... karena
sangat manis
..... hansamu de kawai desu kara = ..... karena
ganteng dan manis
Kinou no ban doushite paatii e ikimasen deshita ka = Kenapa
kemaren malam tidak pergi ke pesta?
..... Yamada san wa paatii e ikimasen
deshita kara = ..... karena Yamada tidak pergi ke pesta
Mai asa shinbun o yomimasu ka = Apakah kamu membaca
koran setiap pagi?
Iie, jikan ga arimasen kara, yomimasen = tidak,
karena tidak ada waktu, tidak membaca
Iie, yomimasen, jikan ga arimasen kara = tidak,
tidak membaca, karena tidak ada waktu
Langganan:
Postingan (Atom)
